Belajar Hydroponic

  • Home
  • Themes
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Dropdown Menu ▼
    • Submenu 1
    • Submenu 2
    • Submenu 3
  • Advertise

Cari Blog Ini

Home » Cara Menanam Hidroponik » Pengenalan Hidroponik » Rakit Apung » Cara Membuat Hidroponik Rakit Apung

Cara Membuat Hidroponik Rakit Apung

» Cara Menanam Hidroponik, » Pengenalan Hidroponik, » Rakit Apung
» Kamis, 01 September 2016

Pada dasarnya, ada berbagai jenis teknik tanam yang menggunakan sistem hidroponik. Namun, secara spesifik, ada sebuah teknik tanam yang sangat mudah untuk diterapkan dan memakan biaya yang murah seperti hidroponik rakit apung.


Teknik hidroponik rakit apung semacam ini juga dikenal dengan nama sistem deep water culture (DWC) yang mana pada teknik ini tanaman akan tumbuh pada genangan air yang bernutrisi. Jenis tanaman yang bisa anda tanam dengan teknik hidroponik rakit apung ini adalah cabai, tomat dan lain sebagainya.
Bahan
·    1 bak plastik 50 x 30 x 20 (menyesuaikan)
·    Rockwool secukupnya
·    Gelas air mineral
·    Styrofoam 50 x 30 cm
·    Alumunium foil
Cara Pembuatan
1.    Siapkan Styrofoam dan potong sesuai dengan ukuran bak plastik yang anda miliki
2.    Lapisi Styrofoam dengan alumunium foil
3.    Lubangi Styrofoam dengan diameter sebesar diameter gelas air mineral bagian tengah
4.    Masukkan air yang telah diberikan nutrisi pada bak lalu tempatkan Styrofoam di atasnya
5.    Lubangi bagian dasar dari seluruh gelas air mineral yang ada
6.    Tempatkan gelas air mineral tersebut pada setiap lubang hingga dasar gelas menyentuh permukaan air yang tercampur dengan nutrisi, di mana jarak antara dasar gelas dan dasar bak kira-kira 5 cm
7.    Potonglah rockwool dengan ukuran 3 x 3 x 3 cm dan buatlah celah pada bagian tengahnya sebagai tempat untuk menaruh bibit tanaman
8.    Tempatkan rockwool tadi pada gelas air minum tersebut

Prinsip Kerja Hidroponik Rakit Apung
Pada dasarnya, teknik berkebun semacam ini akan memberikan keleluasaan pada akar tanaman untuk menyerap nutrisi yang terdapat pada air tersebut. Namun, perlu diingat bahwa tanaman juga memerlukan oksigen untuk menunjang kehidupan, sehingga akan lebih baik jika anda juga memasang aerator sehingga tanaman akan lebih cepat besar. Penerapan teknik hidroponik rakit apung ini juga akan menghindarkan tanaman dari resiko cepat layu.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Hidroponik Sistem Rakit Apung
Dengan menerapkan teknik hidroponik rakit apung ini, berarti anda juga harus melakukan perawatan kaitannya dengan melakukan pengontrolan secara rutin terhadap pH air yang mana pH air tersebut harus tetap dijaga agar selalu pada batasan 5,5 – 6,8. Selain itu, anda juga harus memperhatikan ketinggian air supaya air pada level yang masih bisa dijangkau boleh akar.
Teknik hidroponik rakit apung merupakan salah satu terobosan yang dilakukan dalam teknik berkebun yang pastinya memberikan kemudahan serta biaya yang murah dalam pembuatannya. Sistem berkebun semacam ini akan memberikan hasil yang memuaskan ketika anda juga rutin melakukan pengecekan serta perawatan tanaman tersebut. Pastikan juga anda selalu mengganti air nutrisi tersebut sekali dalam seminggu. 

For More :

http://bit.ly/3qwbQ5u
http://bit.ly/2KtsXWi
http://bit.ly/2XZ0haZ
http://bit.ly/2XXlD8E
http://bit.ly/3p0TZ6l

ADS HERE !!!

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tukang Taman

  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya
  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya

Label

  • Aquaponik
  • Bawang
  • Bisnis Hidroponik
  • Cabe & Paprika
  • Cahaya
  • Cara Memilih Pupuk
  • Cara Menanam Hidroponik
  • Dutch Bucket
  • Fertigasi
  • Greenhouse
  • Hama Tanaman
  • Hidroponik
  • Hidroponik pemula
  • Jasa Tukang Taman
  • Jenis lampu
  • Konvensional
  • Media Tanam
  • Melon
  • Menanam
  • NFT
  • Nutrisi Tanaman
  • Pengenalan Hidroponik
  • Pestisida Alami
  • Pupuk AB-Mix
  • Rakit Apung
  • Sayuran
  • Sederhana
  • Semai
  • Step by Step
  • Timun
  • Tomat

Blog Archive

  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (1)
  • September 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Juni 2018 (1)
  • Desember 2016 (2)
  • November 2016 (3)
  • Oktober 2016 (9)
  • September 2016 (12)
  • Agustus 2016 (11)
  • Juli 2016 (2)
  • April 2016 (2)
  • Maret 2016 (6)
  • Februari 2016 (3)
  • Januari 2016 (1)
  • November 2015 (6)
  • Oktober 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • Maret 2015 (2)
  • Februari 2015 (1)
  • Januari 2015 (4)
  • Desember 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Juli 2014 (1)
  • Mei 2014 (2)
  • April 2014 (4)

Subscribe To

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

©2017 - Belajar Hydroponic | Designed by: Niscala Garden | Provided by: Niscala Garden Jakarta | Powered by: Blogger