Belajar Hydroponic

  • Home
  • Themes
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Dropdown Menu ▼
    • Submenu 1
    • Submenu 2
    • Submenu 3
  • Advertise

Cari Blog Ini

Home » Cara Menanam Hidroponik » Sederhana » Cara Menanam Kangkung Hidroponik

Cara Menanam Kangkung Hidroponik

» Cara Menanam Hidroponik, » Sederhana
» Rabu, 31 Agustus 2016

Dikenal sebagai tanaman yang tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran, kangkung yang memiliki nama latin Ipomoea Aquatica merupakan adalah tanaman yang akan tumbuh subur ketika ditempatkan pada tempat yang banyak mengandung air. Dalam kehidupan sehari-hari, tanaman ini biasa diolah menjadi berbagai masakan, karena kandungan gizinya yang cukup banyak.


Beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam kangkung adalah zat besi, vitamin A dan juga vitamin C. dengan banyaknya manfaat yang terkandung pada kangkung, tidak mengherankan jika banyak orang yang berusaha membudidayakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Convolvulanceae ini di pekarangan rumah mereka.
Sayangnya, tidak semua orang memiliki lahan yang cukup untuk membudidayakan tanaman ini, sehingga menanam kangkung sistem hidroponik bisa menjadi solusi penjyelesainnya. Dengan menanam kangkung sistem hidroponik semacam ini, maka hal ini bisa dijadikan solusi bagi mereka yang gemar berkebun namun tidak memiliki lahan yang luas.
Selain itu, penerapan teknik menanam kangkung sistem hidroponik  semacam ini juga tidak membutuhkan uang yang banyak sehingga bisa diterapkan oleh siapa saja. Berikut cara menanam kangkung sistem hidroponik yang bisa anda terapkan di rumah.
Bahan
·    1 sachet benih kangkung
·    Keranjang bolong (“marang”)
·    Baskom
·    Pupuk A dan B untuk hidroponik sayur
Cara Penanaman
1.    Rendam benih pada air hangat atau air dingin dan buang benih yang terapung
2.    Buang airnya dan bungkus benih tersebut dengan kain lalu siram kain tersebut dengan sedikit air
3.    Simpan bungkusan isi benih kangkung tersebut pada tempat yang gelap sehingga benih akan cepat tumbuh menjadi kecambah
4.    Siapkan baskom dan campur nutrisi A dan nutrisi B dengan takaran 5 ml untuk setiap 1 liter air dan campur hingga rata
5.    Masukkan keranjang yang berlubang pada baskom dan pastikan tinggi air tidak melebihi batas keranjang bolong-bolong, hanya menempel saja
6.    Ketika benih telah pecah, anda bisa memindahkan benih yang ada pada bungkusan ke dalam keranjang berlubang tadi
7.    Setelah benih kangkung telah tumbuh, maka anda bisa melakukan perawatan dengan mengganti cairan nutrisi ketika dirasa sudah bau
8.    Lakukan penambahan nutrisi pada tanaman saat tanaman berumur 2 minggu dengan penambahan sebanyak 7-9 ml setiap liternya.
9.    Pastikan anda melakukan perawatan guna mendapatkan hasil yang memuaskan

Teknik tanam hidroponik merupakan salah satu pengembangan teknologi pertanian yang sangat mudah untuk dipraktekkan. Menanam kangkung sistem hidroponik adalah satu contoh penerapan sisitem hidroponik yang tidak membutuhkan lahan yang luas dengan bahan yang cukup sederhana.
Jika anda memilih menanam kangkung sistem hidroponik seperti ini, maka anda akan bisa memanen kangkung dengan hasil yang memuaskan ketika anda menanam kangkung sistem hidroponik dengan disertai perawatan yang benar.

For More :

http://bit.ly/3qwbQ5u
http://bit.ly/2KtsXWi
http://bit.ly/2XZ0haZ
http://bit.ly/2XXlD8E
http://bit.ly/3p0TZ6l

ADS HERE !!!

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tukang Taman

  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya
  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya

Label

  • Aquaponik
  • Bawang
  • Bisnis Hidroponik
  • Cabe & Paprika
  • Cahaya
  • Cara Memilih Pupuk
  • Cara Menanam Hidroponik
  • Dutch Bucket
  • Fertigasi
  • Greenhouse
  • Hama Tanaman
  • Hidroponik
  • Hidroponik pemula
  • Jasa Tukang Taman
  • Jenis lampu
  • Konvensional
  • Media Tanam
  • Melon
  • Menanam
  • NFT
  • Nutrisi Tanaman
  • Pengenalan Hidroponik
  • Pestisida Alami
  • Pupuk AB-Mix
  • Rakit Apung
  • Sayuran
  • Sederhana
  • Semai
  • Step by Step
  • Timun
  • Tomat

Blog Archive

  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (1)
  • September 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Juni 2018 (1)
  • Desember 2016 (2)
  • November 2016 (3)
  • Oktober 2016 (9)
  • September 2016 (12)
  • Agustus 2016 (11)
  • Juli 2016 (2)
  • April 2016 (2)
  • Maret 2016 (6)
  • Februari 2016 (3)
  • Januari 2016 (1)
  • November 2015 (6)
  • Oktober 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • Maret 2015 (2)
  • Februari 2015 (1)
  • Januari 2015 (4)
  • Desember 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Juli 2014 (1)
  • Mei 2014 (2)
  • April 2014 (4)

Subscribe To

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

©2017 - Belajar Hydroponic | Designed by: Niscala Garden | Provided by: Niscala Garden Jakarta | Powered by: Blogger