Belajar Hydroponic

  • Home
  • Themes
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Dropdown Menu ▼
    • Submenu 1
    • Submenu 2
    • Submenu 3
  • Advertise

Cari Blog Ini

Home » Arsip Januari 2016

5 Langkah Jitu Semai Benih dengan Cepat dan Mudah

MDC Blogger
Belajar Hydroponic Updated at: Januari 20, 2016

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menulis pengalaman saya tentang menyemai. Tentunya anda ada yang sudah menyemai tetapi hasilnya kurang bagus. Sudah bisa menyemai, tetapi tidak semua biji tumbuh menjadi tunas.

Nah! Pada kesempatan kali ini, ada langkah jitu agar semaian anda bisa tumbuh dengan cepat dan rata.

    1. Rendamlah benih
      Tahap pertama sebuah biji untuk tumbuh adalah biji menyerap air dalam jumlah yang banyak, sehingga inti tunas akan mulai tumbuh. Rendamlah biji/benih di dalam air selama kurang lebih 4 jam. Untuk biji yang susah tumbuh, seperti strawberry, seledri, parsley, bisa direndam menggunakan air garam atau air dengan bawang merah. Caranya dapat anda baca pada artikel Agar Cepat Muncul Tunas Menggunakan Bawang Merah.
        2. Gunakan media yang baik
        Media tanam yang baik digunakan adalah media tanam yang mampu menyerap air dan mampu menyimpannya dalam waktu lama. Beberapa jenis media tanam yang sering digunakan adalah rockwool, hidroton, arang sekam, dan cocopeat. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang rockwool saja, karena dialah yang paling mudah dan simpel.
         

        Setelah biji direndam, masukkan biji ke dalam kubus rockwool yang telah dipotong dadu, lalu basahi dengan air.
          3. Tempatkan pada NFT terbuka
          Setelah semai, benih memerlukan kondisi yang lembab namun tidak terlalu basah. Kondisi yang lembab mempercepat tumbuhnya tunas, namun jika terlalu basah dan benih terendam air, yang terjadi adalah menjadi busuk dan tidak akan muncul tunas sama sekali.
          Gunakan NFT terbuka, seperti gambar di bawah ini. Untuk sistem NFT nya anda bisa baca lebih lanjut pada artikel NFT (Nutrient Film Techniques).


          4. Gunakan lampu saat malam
          Cahaya merupakan faktor terpenting fotosintesis tanaman. Siang hari Allah SWT telah memberikan cahaya matahari untuk tumbuhan. Namun untuk mempercepat pertumbuhannya lagi, anda bisa menambah lama penyinaran dengan cahaya lampu. Saya menggunakan lampu neon LED yang 9 watt saja, biar ngirit listriknya.

           
          Saya membandingkan dengan yang tanpa penyinaran malam hari, hasilnya pertumbuhan tunas lebih cepat dengan lampu. Selisihnya adalah sekitar 2 mm (tinggi tanaman) per/malam. Saya coba pada tanaman selada di daerah Cilacap yang panas, suhu siang 34°C, suhu malam 28°C, ketinggian permukaan tanah 20m DPL.
            5. Jangan percaya saya
            Ya benar! Ini hasil penelitian saya sendiri. Anda tidak boleh percaya begitu saja. Anda harus mencobanya sendiri dan berani berinovasi. Setiap tanaman akan berbeda pertumbuhannya, dan bergantung pada banyak faktor. Intensitas cahaya, kelembaban, jenis benih, kualitas air, dan tentu saja setiap orang punya gaya menanam sendiri.

            Selamat mencoba sobat hidroponik, tetap bersemangat ya! Semoga karya kita bisa membantu Indonesia menjadi negara yang mandiri.

              For More :

              http://bit.ly/3qwbQ5u
              http://bit.ly/2KtsXWi
              http://bit.ly/2XZ0haZ
              http://bit.ly/2XXlD8E
              http://bit.ly/3p0TZ6l

              Postingan Lebih Baru
              Postingan Lama
              Langganan: Postingan (Atom)

              Tukang Taman

              • Tukang Taman Jakarta
              • Tukang Taman Surabaya
              • Tukang Taman Jakarta
              • Tukang Taman Surabaya

              Label

              • Aquaponik
              • Bawang
              • Bisnis Hidroponik
              • Cabe & Paprika
              • Cahaya
              • Cara Memilih Pupuk
              • Cara Menanam Hidroponik
              • Dutch Bucket
              • Fertigasi
              • Greenhouse
              • Hama Tanaman
              • Hidroponik
              • Hidroponik pemula
              • Jasa Tukang Taman
              • Jenis lampu
              • Konvensional
              • Media Tanam
              • Melon
              • Menanam
              • NFT
              • Nutrisi Tanaman
              • Pengenalan Hidroponik
              • Pestisida Alami
              • Pupuk AB-Mix
              • Rakit Apung
              • Sayuran
              • Sederhana
              • Semai
              • Step by Step
              • Timun
              • Tomat

              Blog Archive

              • Januari 2021 (1)
              • Desember 2020 (1)
              • September 2020 (1)
              • Desember 2019 (1)
              • Juni 2018 (1)
              • Desember 2016 (2)
              • November 2016 (3)
              • Oktober 2016 (9)
              • September 2016 (12)
              • Agustus 2016 (11)
              • Juli 2016 (2)
              • April 2016 (2)
              • Maret 2016 (6)
              • Februari 2016 (3)
              • Januari 2016 (1)
              • November 2015 (6)
              • Oktober 2015 (1)
              • Agustus 2015 (1)
              • Juli 2015 (2)
              • Mei 2015 (2)
              • Maret 2015 (2)
              • Februari 2015 (1)
              • Januari 2015 (4)
              • Desember 2014 (1)
              • Oktober 2014 (1)
              • Agustus 2014 (1)
              • Juli 2014 (1)
              • Mei 2014 (2)
              • April 2014 (4)

              Subscribe To

              Postingan
              Atom
              Postingan
              Semua Komentar
              Atom
              Semua Komentar

              ©2017 - Belajar Hydroponic | Designed by: Niscala Garden | Provided by: Niscala Garden Jakarta | Powered by: Blogger