Belajar Hydroponic

  • Home
  • Themes
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Dropdown Menu ▼
    • Submenu 1
    • Submenu 2
    • Submenu 3
  • Advertise

Cari Blog Ini

Home » Cara Menanam Hidroponik » Fertigasi » Hidroponik » Cara Menanam Terong Hidroponik

Cara Menanam Terong Hidroponik

» Cara Menanam Hidroponik, » Fertigasi, » Hidroponik
» Kamis, 18 Agustus 2016

Termasuk dalam keluarga Solanaceae, tanaman terung merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang biasa dimanfaatkan sebagai kuliner masakan. Penanaman terung pada dasarnya membutuhkan lahan yang luas demi mendapatkan hasil yang melimpah.

Terong ditanam dengan sistem drip/ irigasi tetes

Seiring dengan perkembangan teknologi pertanian yang semakin canggih, menanam terung sistem hidroponik bisa dijadikan sebagai pilihan yang cocok untuk anda yang gemar berkebun namun tidak memiliki lahan yang luas. Dengan menanam terung sistem hidroponik serta melakukan perawatan yang benar, maka anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Terong ditanam dengan PVC

Untuk menanam terung sistem hidroponik, anda bisa menerapkan langkah berikut ini.
Bahan
·    Ember bekas
·    Pot dengan ukuran yang lebih kecil dari ember
·    Selang fertigasi serta nepple
·    Pompa
·    Bak nutrisi
·    Media tanam berupa arang sekam dan cocopeat
·    Benih terung
·    Campuran nutrisi AB
Cara Pembuatan
1.    Lakukan penyemaian bibit terong pada media tanam yang berupa arang sekam dan biarkan selama 25 – 30 hari hingga benih tersebut tumbuh.
2.    Pastikan anda juga melakukan perawatan dengan menyemprot air secara berkala dan tutup dengan plastik hitam agar tidak terkena sinar matahari
3.     Campurkan sekam arang dan cocopeat dengan perbandingan 1 : 1 dan tekan sedikit jangan sampai terlalu padat
4.    Setelah bibit terong berumur 25 – 30 hari, anda bisa mencabut benih dari media tanam dan memindahkannya pada pot yang berisi sekam dengan menjaga agar akar tidak rusak
5.    Lakukan penyiraman pada pot dengan air nutrisi yang memiliki ppm rendah
6.    Tempatkan tanaman pada tempat yang teduh selama 3 – 4 hari agar tanaman beradaptasi

Pemenuhan Nutrisi Terung Hidroponik
Untuk menunjang pertumbuhan dalam menanam terung sistem hidroponik, anda harus memenuhi kebutuhan nutrisi dari tanaman tersebut. Untuk itu, kebutuhan nutrisi bisa anda lakukan dengan cara berikut ini.
a.    Pada masa tanam 0 – 3 minggu setelah pemindahan dari media tanam, maka tanaman terung harus mendapatkan nutrisi sebesar ppm 1000.
b.    Setelah tanaman berusia 3 minggu hingga mencapai masa generative, anda harus menaikkan kebutuhan nutrisi tanaman menjadi ppm 1500
c.    Ketika tanaman telah masuk masa generative, maka kebutuhan nutrisi dinaikkan menjadi 1.750. Lakukan hal ini secara rutin hingga terung memasuki masa berbuah

Jadwal Pemberian Nutrisi Pada Tanaman Terung Sistem Hidroponik
Dalam menanam terung sistem hidroponik, maka kebutuhan nutrisi juga harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu, sehingga tanaman akan tumbuh dengan baik. Untuk itu, nutrisi pada teknik tanam ini bisa disalurkan pada setiap tanaman dengan melalui pipa inlet serta selang fertigas yang bekerja dengan bantuan pompa. Pada proses menanam terung sistem hidroponik, waktu yang tepat dalam pemberian nutrisi bisa anda lakukan pada pukul 07.00 – 17.00.
Terong Ungu ditanam dengan sistem drip/ irigasi tetes


Sistem tanam hidroponik merupakan teknik tanam yang sangat cocok untuk dikembangkan di tempat yang memiliki area yang sempit. Cara menanam terung sistem hidroponik semacam ini sangatlah mudah dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Bahkan, dengan menanam terung sistem hidroponik semacam ini bisa juga memberikan hasil yang maksimal ketika dilakukan perawatan yang baik.

For More :

http://bit.ly/3qwbQ5u
http://bit.ly/2KtsXWi
http://bit.ly/2XZ0haZ
http://bit.ly/2XXlD8E
http://bit.ly/3p0TZ6l

 

ADS HERE !!!

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tukang Taman

  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya
  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya

Label

  • Aquaponik
  • Bawang
  • Bisnis Hidroponik
  • Cabe & Paprika
  • Cahaya
  • Cara Memilih Pupuk
  • Cara Menanam Hidroponik
  • Dutch Bucket
  • Fertigasi
  • Greenhouse
  • Hama Tanaman
  • Hidroponik
  • Hidroponik pemula
  • Jasa Tukang Taman
  • Jenis lampu
  • Konvensional
  • Media Tanam
  • Melon
  • Menanam
  • NFT
  • Nutrisi Tanaman
  • Pengenalan Hidroponik
  • Pestisida Alami
  • Pupuk AB-Mix
  • Rakit Apung
  • Sayuran
  • Sederhana
  • Semai
  • Step by Step
  • Timun
  • Tomat

Blog Archive

  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (1)
  • September 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Juni 2018 (1)
  • Desember 2016 (2)
  • November 2016 (3)
  • Oktober 2016 (9)
  • September 2016 (12)
  • Agustus 2016 (11)
  • Juli 2016 (2)
  • April 2016 (2)
  • Maret 2016 (6)
  • Februari 2016 (3)
  • Januari 2016 (1)
  • November 2015 (6)
  • Oktober 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • Maret 2015 (2)
  • Februari 2015 (1)
  • Januari 2015 (4)
  • Desember 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Juli 2014 (1)
  • Mei 2014 (2)
  • April 2014 (4)

Subscribe To

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

©2017 - Belajar Hydroponic | Designed by: Niscala Garden | Provided by: Niscala Garden Jakarta | Powered by: Blogger