Belajar Hydroponic

  • Home
  • Themes
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Dropdown Menu ▼
    • Submenu 1
    • Submenu 2
    • Submenu 3
  • Advertise

Cari Blog Ini

Home » Hidroponik » Hidroponik pemula » Step by Step » CARA MEMBUAT HIDROPONIK SEDERHANA

CARA MEMBUAT HIDROPONIK SEDERHANA

» Hidroponik, » Hidroponik pemula, » Step by Step
» Jumat, 12 Agustus 2016

Bagi pemula yang tertarik untuk mulai bercocok tanam secara hidroponik, ada baiknya memulai dari yang paling mudah dulu. Mengingat hidroponik adalah bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, melainkan lebih banyak air, nutrisi, dan oksigen, ada beberapa prosedur yang harus dilalui dan tidak seperti cara bercocok tanam yang biasa. Selain air, bahan-bahan lain yang juga dapat digunakan adalah kerikil, pecahan genting rumah, pasir, pecahan batu ambang, dan masih banyak lagi. Bila Anda ingin mengumpulkan nutrisi dan unsur-unsur hara lainnya agar tanaman tumbuh dengan sehat dan segar, larutkanlah air dengan pupuk organik, bukan pestisida atau herbisida yang berbahaya bagi hasil tanaman dan manusia. Bagaimana cara mencampur organik? Menurut website Tips Berkebun (dari http://www.tipsberkebun.com/tips-berkebun-hidroponik-secara-sederhana.html), campurkan garam mineral dengan formula yang sudah ditentukan. Setelah itu, barulah Anda bisa mulai fokus kepada cara membuat hidroponik sederhana.

 



Lalu, bagaimanakah cara membuat hidroponik sederhana? Alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan adalah:
1.    Baki untuk menyemai.
2.    Jerigen.
3.    Wadah atau pot plastik.
4.    Penyemprot tangan atau hand sprayer.
5.    Kompor dan penangkas air.
6.    Timbangan OHAUS/neraca laboratorium.
7.    Pipa paralon berdiameter setengah 1,5 cm x 20 cm.
8.    Ember.
9.    Jenis tanaman yang dipilih.
10.    Bahan-bahan porus.

Setelah semuanya tersedia, inilah cara membuat hidroponik sederhana:
1.    Sterilkan pasir yang sudah diayak. Caranya? Cuci dengan air bersih berulang-ulang, lalu rendamlah di air mendidih sekitar sejam.
2.    Cuci baki dan isilah dengan pasir tadi sekitar 4 cm. Jangan lupa lubangi alas baki.
3.    Siram baki dengan air bersih dan tunggulah hingga kelebihan air terbuang.
4.    Tabur biji-biji tanaman di atas pasir, sebisa mungkin berikan jarak.
5.    Jaga agar pasir tidak kekeringan. Gunakan hand sprayer untuk tetap melembapkan pasir atau tutuplah baki dengan kaca.
6.    Pindahkan bibit-bibit tadi ke dalam tempat permanen atau persemaian kedua setelah sekitar dua hingga empat daun tumbuh. Jika ingin langsung ke tempat penanaman hidroponik, bersihkan pasir yang menempel pada akar tanaman.

Cara memperoleh tanaman dari bibit yang tersedia adalah:
1.    Sediakan lembaran surat kabar di atas meja sebagai alas.
2.    Ambil pot isi tanaman dan letakkan satu tangan Anda di atas tanah dalam pot. Letakkan tanaman di antara telunjuk dan jari tengah dengan hati-hati.
3.    Pegang dasar pot saat membalikkannya pelan-pelan, lalu keluarkan tanaman beserta akar-akarnya dengan hati-hati.
4.    Bila tanaman susah lepas, benturkan pot pelan-pelan atau koreklah permukaan dalam bagian atas pot dengan pisau tumpul.
5.    Jika sudah berhasil, peganglah tanaman masih dengan dua jari sambil membersihkan sisa tanah yang melekat. Lakukanlah dengan hati-hati.
Tidak sulit, bukan? Selamat mencoba, ya.

For More :

http://bit.ly/3qwbQ5u
http://bit.ly/2KtsXWi
http://bit.ly/2XZ0haZ
http://bit.ly/2XXlD8E
http://bit.ly/3p0TZ6l

ADS HERE !!!

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tukang Taman

  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya
  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya

Label

  • Aquaponik
  • Bawang
  • Bisnis Hidroponik
  • Cabe & Paprika
  • Cahaya
  • Cara Memilih Pupuk
  • Cara Menanam Hidroponik
  • Dutch Bucket
  • Fertigasi
  • Greenhouse
  • Hama Tanaman
  • Hidroponik
  • Hidroponik pemula
  • Jasa Tukang Taman
  • Jenis lampu
  • Konvensional
  • Media Tanam
  • Melon
  • Menanam
  • NFT
  • Nutrisi Tanaman
  • Pengenalan Hidroponik
  • Pestisida Alami
  • Pupuk AB-Mix
  • Rakit Apung
  • Sayuran
  • Sederhana
  • Semai
  • Step by Step
  • Timun
  • Tomat

Blog Archive

  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (1)
  • September 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Juni 2018 (1)
  • Desember 2016 (2)
  • November 2016 (3)
  • Oktober 2016 (9)
  • September 2016 (12)
  • Agustus 2016 (11)
  • Juli 2016 (2)
  • April 2016 (2)
  • Maret 2016 (6)
  • Februari 2016 (3)
  • Januari 2016 (1)
  • November 2015 (6)
  • Oktober 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • Maret 2015 (2)
  • Februari 2015 (1)
  • Januari 2015 (4)
  • Desember 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Juli 2014 (1)
  • Mei 2014 (2)
  • April 2014 (4)

Subscribe To

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

©2017 - Belajar Hydroponic | Designed by: Niscala Garden | Provided by: Niscala Garden Jakarta | Powered by: Blogger