Belajar Hydroponic

  • Home
  • Themes
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Dropdown Menu ▼
    • Submenu 1
    • Submenu 2
    • Submenu 3
  • Advertise

Cari Blog Ini

Home » Cabe & Paprika » Hidroponik » NFT » 7 Langkah Menanam Paprika secara Hidroponik

7 Langkah Menanam Paprika secara Hidroponik

» Cabe & Paprika, » Hidroponik, » NFT
» Rabu, 03 Februari 2016

Banyak orang beranggapan bahwa paprika susah ditanam,. Banyak juga yang ragu untuk menanam paprika karena peraatannya yang sulit. Namun, sebenarnya paprika bisa ditanam di mana saja. Di gunung, dataran rendah, bahkan di sekitar pantai yang panas.
Memang benar, menanam paprika di dataran tinggi di atas 1700 DPL menghasilkan tanaman yang tinggi dan buah yang besar. Namun, di dataran rendah dan sekitar pantai tanaman paprika tidak sebagus di dataran tinggi. Tetapi hal ini janganlah membuat kita yang berada di dataran rendah ragu untuk mencobanya.


Berikut 5 langkah mudah menanam paprika merah secara hidroponik.

1. Gunakan benih berkualitas
Pastikan anda selalu menggunakan benih yang berkualitas. Sebaiknya anda tidak menyemai benih paprika yang anda ambil dari buah paprika langsung. Sebab, hampir semua paprika yang dijual itu hasil dari tanaman hybrid, sehingga anakan yang tumbuh dari biji paprika akan berbeda dengan induknya, bahkan tanaman tidak bisa berbuah. Lebih baik anda membeli benih yang sudah dikemas, sehingga anda tidak perlu mengalami kegagalan dalam menanam.
2. Semai dalam keadaan lembab
Semailah biji paprika dalam keadaan lembab. Anda bisa mengunakan rockwool sebagai media tanamnya. Anda bisa menggunakan penutup untuk 1 hari sampai 2 hari setelah semai. Setelah muncul bakal tunas, segera beri dia sentuhan sinar matahari yang hangat. Jika anda menutup benih terlalu lama, tanaman anda bisa etiolasi. Anda tidak akan panen paprika, malah panen taoge.
Semai benih dibawah matahari langsung, namun tetap disemprot setiap pagi dan sore untuk menjaga kelembaban tanaman. Hati-hati saat hujan, segera teduhkan benih semaian anda. Atau jika anda mempunyai greenhouse, anda tidak perlu repot untuk memindahkannya. Masa semai benih paprika adalah 10 – 14 hari.
3. Tanam dengan hidroponik
Setelah 10 hari atau 14 hari, benih paprika sudah muncul 3 / 4 helai daun, dan sudah ada yang melebar. Pada keadaan ini, anda bisa memindahkannya untuk ditanam secara hidroponik. Anda bisa memilih NFT, DFT, fertigasi, atau system dutch bucket. Semua sistem hidroponik tersebut bisa anda gunakan untuk menanam paprika hidroponik.



4. Kontrol nutrisi dan pH
Nutrisi untuk paprika berbeda setiap pertumbuhannya. Pada umur 7 hari sampai 14 hari gunakan nutrisi dengan kepekatan 750 ppm dengan nutrisi AB mix. Selanjutnya pada umur 30 sampai 45 hari, di saat tanan mulai berbunga, anda bisa menggunaan nutrisi dengan kepekatan 1500 ppm. Setelah paprika mulai berbuah, anda bisa menggunakan nutrisi 3500 ppm. pH larutan hidroponik utuk paprika adalah 6,5. Anda bisa mengontrol nutrisi dan pH pada saat pagi dan sore. Anda bisa menggunakan TDS meter dan pH meter.
5. Kontrol suhu, kelembaban udara
Tanaman sangat bergantung dengan suhu dan cahaya. Suhu tanaman meningkat, reaksi fotosintesis untuk menumbuhkan makanan semakin cepat. Namun, jika suhu terlalu panas, tanaman akan layu dan metabolism berhenti bahkan menyebabkan tanaman mati. Suhu yang ideal untuk tanaman paprika adalah 18 °C sampai 23 °C.
Untuk mengukur kelembaban udara, anda bisa menggunakan alat hygrometer. Kelembaban udara yang cocok untuk menanam paprika adalah 80%. Untuk itu, paprika sulit ditanam pada musim panas, karena suhunya mencapai 43 °C dan kelembaban udara 50% pada siang hari yang terik.
Jika suhu terlalu panas, dan kelembaban terlalu rendah, anda bisa menggunakan peeneduh dengan paranet atau kain putih. Kemudian untuk meningkatkan kelembaban udara, anda bisa menggunakan semprot nozzle air ke udara di atas tanaman.
6. Berantas hama sedini mungkin
Hama tanaman pada paprika yang sering menyerang adalah lalat buah, yang akan membuat buah paprika busuk di dalam walaupun luarnya masih bagus. Anda bisa menggunakan tidankan preventif yaitu dengan menggunakan perangkap lalat buah yaitu cairan petrogenol.
7. Gunakan greenhouse atau screenhouse
Greenhouse merupakan investasi bernilai tinggi. Ketika anda menggunakan greenhouse atau screenhouse, anda tidak perlu terlalu pusing memikirkan hama tanaman. Greenhouse akan mengisolasi tanaman dari hama. Jika anda menggunakan ini, anda akan menghasilkan panen yang cantik bersih tanpa ada gigitan dari serangga.
Demikian sobat hidroponik semua, inilah beberapa langkah menanam paprika secara hidoponik. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya. 

For More :

http://bit.ly/3qwbQ5u
http://bit.ly/2KtsXWi
http://bit.ly/2XZ0haZ
http://bit.ly/2XXlD8E
http://bit.ly/3p0TZ6l

 

ADS HERE !!!

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tukang Taman

  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya
  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya

Label

  • Aquaponik
  • Bawang
  • Bisnis Hidroponik
  • Cabe & Paprika
  • Cahaya
  • Cara Memilih Pupuk
  • Cara Menanam Hidroponik
  • Dutch Bucket
  • Fertigasi
  • Greenhouse
  • Hama Tanaman
  • Hidroponik
  • Hidroponik pemula
  • Jasa Tukang Taman
  • Jenis lampu
  • Konvensional
  • Media Tanam
  • Melon
  • Menanam
  • NFT
  • Nutrisi Tanaman
  • Pengenalan Hidroponik
  • Pestisida Alami
  • Pupuk AB-Mix
  • Rakit Apung
  • Sayuran
  • Sederhana
  • Semai
  • Step by Step
  • Timun
  • Tomat

Blog Archive

  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (1)
  • September 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Juni 2018 (1)
  • Desember 2016 (2)
  • November 2016 (3)
  • Oktober 2016 (9)
  • September 2016 (12)
  • Agustus 2016 (11)
  • Juli 2016 (2)
  • April 2016 (2)
  • Maret 2016 (6)
  • Februari 2016 (3)
  • Januari 2016 (1)
  • November 2015 (6)
  • Oktober 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • Maret 2015 (2)
  • Februari 2015 (1)
  • Januari 2015 (4)
  • Desember 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Juli 2014 (1)
  • Mei 2014 (2)
  • April 2014 (4)

Subscribe To

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

©2017 - Belajar Hydroponic | Designed by: Niscala Garden | Provided by: Niscala Garden Jakarta | Powered by: Blogger