Belajar Hydroponic

  • Home
  • Themes
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Dropdown Menu ▼
    • Submenu 1
    • Submenu 2
    • Submenu 3
  • Advertise

Cari Blog Ini

Home » Sayuran » Sukses Menanam Selada Hidroponik

Sukses Menanam Selada Hidroponik

» Sayuran
» Sabtu, 05 Juli 2014

Menanam selada hidroponik pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan menanam sayuran lain. Yang perlu diperhatikan terutama adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena tiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda – beda. Sebagai contoh kebutuhan nutrisi dari tiap sayuran terlihat dari table di bawah ini.


Back to topic, untuk lebih detail apa – apa yang saya lakukan untuk menanam selada hidroponik ini, saya akan menguraikannya secara berurutan dan mudah mudahan pembaca bisa mudah memahami.
Tahap penyemaian.
Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak).
Bahan yang diperlukan adalah :
-        Baskom bekas untuk penyemaian
-        Arang sekam
-        Benih selada
-        Plastik hitam
Caranya :
-        Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya
-        Taburkan benih secara merata di atas arang sekam.
-        Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
-        Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
-        Tutup dengan plastic hitam selama dua hari.
-        Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh.
-        Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
-        Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam.

Tahap pindah tanam.
Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.
Alat/bahan yang diperlukan :
-        Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala botol plastic)
-        Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
-        Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
-        Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.
Caranya :
-        Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
-        Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air
-        Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
-        Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
-        Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
-        Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
-        Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.
http://hidroponikstore.com/
 
Tahap pembesaran
Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen.
Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua.
Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.
   

Pada saat praktek menanam selada ini saya menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada.
http://tokopedia.com/komunika1/

Kalau dikalkulasi secara ekonomi untuk di Bontang,

Biaya untuk buat Rak :
-        Pipa 2,5” 6 batang                              Rp. 280.000
-        Lbow 4 pcs                                         Rp.   24.000
-        T join 9 pcs                                         Rp.   54.000
Total                                                         Rp. 358.000

Harga pupuk
-        Pupuk ABmix 1 paket harga              Rp.   95.000
-        Ongkir                                                 Rp.   65.000
Total                                                         Rp. 160.000
Untuk pupuk 1 paket bisa jadi 1000 liter larutan nutrisi. Jadi harga 1 liter air nutrisi Rp. 160. Kebutuhan sampai panen 80 liter. Jadi biaya pupuk sampai panen = 80 liter x Rp. 160 = Rp. 12.800

Penjualan
1 ikat selada terdiri dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000

Nah kalau untuk ngitung keuntungannya, tolong dihitung sendiri ya…

For More :

http://bit.ly/3qwbQ5u
http://bit.ly/2KtsXWi
http://bit.ly/2XZ0haZ
http://bit.ly/2XXlD8E
http://bit.ly/3p0TZ6l

ADS HERE !!!

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tukang Taman

  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya
  • Tukang Taman Jakarta
  • Tukang Taman Surabaya

Label

  • Aquaponik
  • Bawang
  • Bisnis Hidroponik
  • Cabe & Paprika
  • Cahaya
  • Cara Memilih Pupuk
  • Cara Menanam Hidroponik
  • Dutch Bucket
  • Fertigasi
  • Greenhouse
  • Hama Tanaman
  • Hidroponik
  • Hidroponik pemula
  • Jasa Tukang Taman
  • Jenis lampu
  • Konvensional
  • Media Tanam
  • Melon
  • Menanam
  • NFT
  • Nutrisi Tanaman
  • Pengenalan Hidroponik
  • Pestisida Alami
  • Pupuk AB-Mix
  • Rakit Apung
  • Sayuran
  • Sederhana
  • Semai
  • Step by Step
  • Timun
  • Tomat

Blog Archive

  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (1)
  • September 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • Juni 2018 (1)
  • Desember 2016 (2)
  • November 2016 (3)
  • Oktober 2016 (9)
  • September 2016 (12)
  • Agustus 2016 (11)
  • Juli 2016 (2)
  • April 2016 (2)
  • Maret 2016 (6)
  • Februari 2016 (3)
  • Januari 2016 (1)
  • November 2015 (6)
  • Oktober 2015 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • Maret 2015 (2)
  • Februari 2015 (1)
  • Januari 2015 (4)
  • Desember 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Juli 2014 (1)
  • Mei 2014 (2)
  • April 2014 (4)

Subscribe To

Postingan
Atom
Postingan
Komentar
Atom
Komentar

©2017 - Belajar Hydroponic | Designed by: Niscala Garden | Provided by: Niscala Garden Jakarta | Powered by: Blogger